Sekilas isi buku:
Banyak praktek keagamaan di Dunia Islam saat ini terjerumus dalam paham mistis yang disebarkan oleh para penganut paham tasawuf (sufi) yang menyimpang. Mereka menjauhkan umat dari dua sumber utama agama Islam, yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan menggantinya dengan ajaran-ajaran filsafat dan mistis yang bercampur syirik. Maka kemudian kita mengenal ajaran-ajaran asing tentang fana, mukasyafah, wali-wali yang lebih suci dari Nabi Muhammad, permohonan kepada para penghuni kubur, dan berpuncak pada paham wihdatul wujud yang panteistis. Ajaran-ajaran seperti itu tak pernah dijumpai dalam kehidupan Islam di masa awal, di masa hidupnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam, dan di masa para sahabat radhiyallahu anhum. Tapi anehnya, saat ini banyak muslimin yang percaya kepada mereka. Ali bin as-Sayyid al-Washifi melalui buku ini merasa terpanggil untuk mengingatkan kaum muslimin agar berhati-hati dengan praktek keagamaan menyimpang seperti itu, sekaligus mengajak segenap muslimin untuk kembali pada sumber asli agama ini, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah. Untuk membuat mudah memahami tema-tema diskusi yang berat, penulis sengaja membuatnya dalam bentuk dialog dengan seorang ahli sufi. Model seperti ini memang membuat kita lebih menikmati dan mengerti tema bahasan yang tengah dikupas oleh penulisnya. Selamat membaca!
|
|