Sekilas isi buku:
Kebanyakan kaum muslimin saat ini sangat terpengaruh oleh orang-orang kafir. Kaum muslimin juga memuliakan akhlak mereka, khususnya dalam gaya hidup mereka. Itulah gambaran lahiriyah kaum muslimin. Padahal orang-orang kafir itu terutama dalam masa penjajahan telah melakukan penyiksaan terhadap umat Islam yang tidak bisa dibayangkan lagi kebengisannya. Sungguh engkau akan terkejut ketika memperhatikan interaksi sebagian kaum muslimin yang telah terpengaruh itu dengan orang-orang kafir yang telah melampaui batas. Kalian saksikan mereka mengutuk orang-orang kafir dengan lisan mereka, akan tetapi anggota badannya mengikuti cara hidup orang-orang kafir! Para penjajah kafir merampas negeri-negeri Islam kemudian berhasil diusir. Namun ternyata penduduk negeri Islam itu malah terkesan dengan gaya para penjajah tersebut. Penduduk negeri Islam itu lantas mengikuti peradaban orang-orang yang menjajah mereka, lupa kepada tahun-tahun yang penuh penyiksaan, pengusiran, dan perampasan yang dahulu dialami oleh mereka dan bapak-bapak mereka. Penduduk negeri Islam itu rela menjadi pengekor-pengekor penjajah kafir!! Apabila penduduk negeri Islam itu semakin tergantung dengan akhlak orang kafir, akan semakin bertambah pula keterkaitan dan pengaruh gaya hidupnya.. Alangkah baiknya bila kaum muslimin meniru mereka dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengandung kebaikan. Namun disayangkan kaum muslimin justru meniru dalam perkara yang tidak dibutuhkan, yaitu akhlak dan syariat orang-orang kafir. Perlu diketahui bahwa orang yang terkesima dan memuji orang-orang kafir, pasti akan mencintainya. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir maka ia berada dalam marabahaya besar, akan meruntuhkan ikatan wala (loyalitas kepada Islam dan kaum muslimin) dan bara (benci dan memusuhi orang kafir). Barangsiapa yang menghancurkan ikatan ini, maka ia akan dibangkitkan bersama orang yang menjadi sebab ia menghancurkan ikatan ini. Dalam sebuah haditsdinyatakan: ‘’Seseorang akan (dibangkitkan) bersama orang yang ia cintai.’’(Muttafaq'alaih)
|
|